Pengalaman Vaksin Sinovac

Sebelum menulis ini, saya sibuk membuka media sosial dan seperti beberapa waktu terakhir, linimasa ramai dengan pemberitaan kasus covid. Kabar kenaikan angka positif, orang meminta bantuan donor plasma, ada yang mengeluhkan kinerja pemerintahan, adapula selebgram yang dirisak karena mengampanyekan stay safe stay at home sementara instagram si selegram ini penuh dengan foto liburan dan aktivitas di luar rumah yang melanggar prokes. Saat saya menulis ini kondisinya adalah lima puluh ribu lebih pertambahan kasus harian, tujuh puluh ribu nyawa meninggal, rumah sakit penuh, oksigen mulai langka, dan vaksinasi belum maksimal.

Vaksinasi adalah pemberian Vaksin dalam rangka menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan dan tidak menjadi sumber penularan. Vaksin covid-19 diberikan dua tahap dengan rentang waktu yang berbeda sesuai dengan jenis vaksin. Program vaksin di Indonesia diawali dengan menyasar kelompok lanjut usia (lansia) kemudian untuk usia 18 tahun ke atas.

Sebenarnya saya sudah lama mencari info vaksin untuk umum. Saya pernah bertanya di Puskesmas terdekat. Namun pada bulan mei 2021 kemarin, masih diutamakan lansia. Pada bulan juni sebelum kenaikan kasus sangat signifikan. Saya mendapat kesempatan untuk vaksin di Puskesmas bersama dengan beberapa teman. Sesuai dengan anjuran, saya memastikan diri tidak sedang mengalami gejala covid-19 dan menyiapkan diri untuk menerima vaksin seperti tidak begadang dan sarapan sebelumnya.

Saya datang ke puskesmas pada tanggal 14 juni 2021. Membawa fotocopy KTP dan menyertakan nomer telepon. Kami menyetor berkas tersebut di bagian luar puskesmas, kemudian kami diminta duduk di depan pintu masuk untuk antri menunggu nama dipanggil. Antrian tidak begitu banyak, tidak sampai 10 orang. Hanya berselang 5 menit nama saya dipanggil dan saya masuk ke bagian pemeriksaan tekanan darah. Perawat memeriksa untuk memastikan tekanan darah saya tidak lebih dari 180/110 mmHg agar masuk kategori aman untuk menerima vaksin.

Cek tekanan darah sebelum vaksin

Selain itu perawat mengajukan beberapa pertanyaan seputar penyakit yang diderita dan alergi yang diderita. Proses di bagian ini akan cepat jika kita tidak ada keluhan sama sekali atau riwayat penyakit. Setelah pemeriksaan tekanan, saya diminta masuk ke ruangan lain untuk menerima vaksin. Setelah menunggu 2 orang di depan saya menerima vaksin, akhirnya tiba giliran saya. Untuk perempuan yang berhijab sebaiknya menggunakan pakaian yang memudahkan untuk menerima suntikan vaksin.

Setelah duduk, perawat menjelaskan bahwa vaksin yang digunakan baru dibuka dan saya menerima vaksin sinovac. Perawat mulai mengoleskan kapas di lengan saya kemudian memasukkan vaksinnya dan selesai. Prosesnya hampir tidak terasa karena sangat cepat. Teman saya yang sedang antri mengambil video saat jarum dimasukkan ke lengan saya. Saya tidak menduga ternyata suntikannya sangat minim rasa sakit bahkan hampir tidak terasa. setelah itu saya keluar dan diminta duduk sebentar untuk menunggu surat keterangan vaksin pertama.

Menerima vaksin dosis pertama

Begitu selesai menerima vaksin, kita akan menerima SMS informasi tanggal pelaksanaan vaksin kedua dan lokasinya. Setelah itu menyusul sertfiikat vaksin juga dikirimkan melalui SMS. Selesai mengambil kertas keterangan, kita bisa pulang. Prosesnya tidak sampai setengah jam, lumayan cepat. Vaksin COVID-19 Sinovac yang digunakan oleh pemerintah Indonesia akan membentuk antibodi secara optimal 28 hari setelah penyuntikkan. Dalam waktu 14 hari setelah suntikan pertama, vaksin akan bekerja sekitar 60 persen. Setelah itu, penerima vaksin perlu melakukan penyuntikkan dosis kedua. Saat 28 hari setelah suntikan pertama, barulah vaksin yang diberikan dapat bekerja optimal. 

Sebelum melakukan vaksin, saya mencari tahu dulu efek samping setelah vaksin. Beberapa yang dialami oleh orang setahu saya adalah mengantuk, pusing, demam, dan nafsu makan bertambah. Kabarnya ada yang mengalami ini saat vaksin pertama dan adapula yang mengalami setelah vaksin kedua. Bahkan ada yang tidak mengalami sama sekali. Lima jam setelah vaksin, saya merasa tangan kiri saya pegal dan agak sakit jika diayunkan. Namun tidak ada gejala lain yang terasa.

Saya melakukan vaksin kedua pada tanggal 12 juli 2021. Beberapa minggu sebelumnya pnambahan kasus sedang gila-gilanya. Varian delta telah masuk ke Indonesia dan vaksinasi diupayakan dilakukan secara cepat dan merata. Pada saat datang ke puskesmas, ada banyak sekali orang yang antri. Namun karena saya vaksin kedua maka saya langsung masuk dan langsung dipanggil untuk dicek tekanan darah. Setelah cek tekanan darah saya diarahkan ke ruang vaksin yang sama sebulan sebelumnya.

vaksin kedua lebih terasa dibanding vaksin pertama. Lebih terasa sakit sedikit dibanding vaksin pertama. Setelah vaksin kita diminta menunggu kertas keterangan setelah itu boleh pulang. SMS sertifikat masuk bersamaan dengan kertas diberikan. Dengan ini saya telah lengkap menerima vaksin sinovac. Sama seperti vaksin pertama, tidak ada gejala yang saya rasakan kecuali lengan saya pegal. Nah, kenapa sih saya mau banget vaksin?

1. Mencegah terkena atau mengalami gejala Covid-19 berat, jadi jika terpapar Covid-19 kita tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan karena vaksin ini menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh kita.

2. Melindungi orang lain, jika cakupan vaksinasi tinggi dan merata, maka akan terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Kondisi tersebut hanya dapat tercapai dengan cakupan vaksinasi yang tinggi dan merata. Sebagian besar ahli percaya setidaknya butuh 70 persen dari populasi untuk divaksin demi mencapai kekebalan kelompok.

3. Membantu melindungi generasi selanjutnya, manfaat vaksin Covid-19 salah satunya adalah mencegah virus corona menyebar dan bereplikasi, yang memungkinkannya bemutasi dan mungkin menjadi lebih kebal terhadap vaksin.

Jadi, jika belum vaksin dan syarat untuk vaksin sudah terpenuhi. Yuuk cari informasi untuk segera mendapatkan vaksin. Apapun jenis vaksin Covidnya, lakukan saja ya. Kita ikhtiar dulu untuk virus ini tidak semakin memburuk.

Mendengarkan Musik Psychedelic

Saya jarang sekali membahas soal musik, di blog ini ataupun di obrolan dunia nyata. Karena saya berfikir selera musik saya sangat random sehingga tidak ada genre khusus yang membuat saya tertarik untuk mengobrolkannya. Sering saya mendengarkan pop indonesia, rock japan seperti Band-Maid, kadang mendengarkan Blackpink dan SNSD alias korean pop, kadang juga mendengarkan Tommy Jisa atau Ratih Purwasih. Mungkin karena dulunya saya penyiar radio jadi saya mendengarkan banyak genre dan menikmatinya.

Tapi kalau ditanya apakah ada playlist yang isinya lagu favorit saya dan paling favorit di antara semua genre yang pernah saya dengar? Jawabannya tentu ada. Nah tadinya saya kurang paham genrenya apa. Akhirnya saya buka mesin pencari dan mengetikkan satu persatu penyanyi dan mengecek genrenya, dan yang muncul adalah  psychedelic pop, psychedelic rock, indie, baroque pop, electropop, dan neo-psychedelia. Saya simpulkan saja kebanyakan lagu favorit saya genrenya adalah psychedelic.

Nah akhirnya saya jadi mencari tahu tentang genre psychedelic. Ternyata istilah psychedelic ini memuat sejarah panjang dibaliknya. Istilah ini muncul pertama kali tahun 1956 pertama kali dicetuskan psikiater Humphry Osmond untuk menyebutkan efek halusinasi yang diakibatkan mengkonsumsi narkotika jenis LSD (lysergyc acid diethylamide). LSD sendiri merupakan zat halusinogen yang populer di kalangan hippie dekade 1960-an hingga 1970-an. Pokoknya sejarah LSD ini juga menarik, saya baca di sini.

Kembali lagi ke soal musik. Genre ini ternyata muncul di pertengahan 1960-an di kalangan band blues rock dan folk rock di Amerika dan Inggris. Sejumlah musisi era ini di luar negeri banyak yang mengonsumsi LSD untuk menciptakan lagu dari pengalaman psychedelic mereka. Para pemusik psychedelic menggunakan teknik rekaman baru dan menggunakan sumber non-Western seperti instrumen musik Indian. Beberapa pemusik seperti The Beatles misalnya memasukkan elemen musik India dalam lagu mereka, “Norwegian Wood” (1965).

frfg

Jadi siapa saja sih penyanyi dengan aliran musik ini? Kalau kamu juga suka The Beatles dan Pink Floyd, bisa jadi juga suka dengan beberapa band dengan genre psychedelic seperti Flaming Lips, The Holydrugs Couple, Tame Impala dan Radiohead. Saya sih awal mendengarkan Radiohead dan The Holydrugs Couple mikir “Waaah, Pink Floyd banget lagunya”. Ternyata mereka memang genrenya sama.

Kalau di playlist saya sendiri ada lagu-lagu Let it Happen dari Tame Impala, I Dont Know You – The Marias, Colour of The Trap dari Miles Kane, dan beberapa lagu dari Arctic Monkey dan Alex Turner di sounctrack Submarine. Selain lagu ini, isinya ya electropop, grunge, atau indie pop/rock.

Tame-Impala-Currents-album-cover-web-optimised-820

Pertanyaan berikutnya, apakah genre psychedelic juga ada pada pemusik tanah air kita Indonesia? Jawabannya ternyata iya. Ada beberapa musisi di Indonesia yang juga mengangkat genre ini dalam musik-musik mereka. Ada Kalabiru, Triangulasi, Spiritualized Mammals, Circarama, dan Low Pink. Jujur, di antara mereka semua belum ada yang pernah saya dengar lagunya. Jadi saya langsung dengarkan dan ternyata saya suka beberapa lagu!

Awalnya saya tidak tahu sama sekali padahal. Saya langsung memasukkan beberapa lagu Circarama dan Triangulasi di playlist saya. Sayangnya beberapa penyanyi di atas tidak ada di apple musik ataupun spotify jadi saya download soundcloud lagi demi mendengar beberapa penyanyi keren ini. Setelah menulis ini, saya baru sadar ternyata pemusik indonesia di playlist saya cuma satu, band indie dari Jakarta namanya Sore, saya suka sekali sama lagu-lagu dari band ini.

masters-of-rock-issue-7-psychedelic-60s

Berkat mencari tahu tentang musik psychedelic, saya jadi punya beberapa nama baru yang sesuai dengan musik-musik yang suka saya dengarkan. Sayangnya,  musik psychedelic ini kabarnya mulai mengalami penurunan pada akhir dekade 60-an, di mana pada tahun tersebut dibuat peraturan penggunaan LSD menjadi ilegal di Amerika dan Inggris. Ada beberapa kasus juga yang terjadi pada era tersebut yakni pembunuhan Sharon Tate serta Leno dan Rosemary LaBianca yang disebut-sebut terinspirasi oleh lagu The Beatles Helter Skelter.

Penurunan musik psychedelic rock ini juga diperparah dengan musisi-musisi yang menjadi leading figures musik ini yang menjadi korban obat-obatan terlarang. Sebut saja Brian Wilson dari The Beach Boys, Brian Jones dari Rolling Stones, Peter Green dari Fleetwood Marc, dan Syd Barrett dari Pink Floyd. Pada tahun 1970-an, penurunan musik psychedelia rock ini berlanjut dengan bubarnya The Beatles secara tidak resmi, kematian Jimi Hendrix pada bulan September 1970, meninggalnya Janis Joplin karena overdosis heroin pada bulan Oktober 1970, dan juga Jim Morrison dari The Doors pada bulan Juli 1971 di Paris.

Five Stars Sheetmask Favorit

Salah satu masalah kulit yang saya hadapi sejak pandemi adalah maskne atau mask acne. Maskne adalah istilah yang digunakan untuk menyebut masalah kulit yakni jerawat yang disebabkan oleh penggunaan masker dalam periode waktu lama dan disebabkan pula beberapa faktor. Maskne terjadi akibat gesekan wajah dengan masker, keringat, polusi, dan suhu lembap atau panas.

Nah bagi orang yang masih harus beraktifitas keluar seperti saya, sering sekali saya tidak mengganti masker setiap 3 jam seperti yang dianjurkan. Saya juga biasanya lupa cara melepas masker yang benar, dan kadang lupa menaruh masker di tempat yang benar. Saya mah banyak lupanya hehe. Padahal ternyata, hal-hal tersebutlah yang membuat penggunaan masker ini bisa saja menyebabkan jerawat.

Karena saya pelupa akut, jadinya saya yang kadang lalai melakukan tindak pencegahan akhirnya mengakali maskne ini dengan menggunakan acne product pada skincare agar jerawat tidak makin banyak dan bikin stres yang ujung-ujungnya jerawatan lagi. Salah satunya adalah menggunakan produk sheetmask yang cocok untuk dipakai pada wajah berjerawat. Jadi ini dia 5 produk sheetmask yang menurut saya patut diberi five stars karena efektif banget untuk mengatasi jerawat pada wajah.

  • Mediheal TeaTree

Sheetmask dari mediheal ini memang jadi salah satu produk yang banyak difavoritkan orang. Tapi untuk yang bermasalah dengan kulit berjerawat harus banget coba produk varian teatree ini. Claimnya, sheetmask ini dapat meredakan stres pada kulit wajah dan menenangkan kulit. Kandungan dari ekstrak tea tree leaf oil, pine needle, dan portulaca oleracea akan menenangkan kulit yang mengalami iritasi dan menyegarkan kulit tanpa rasa lengket setelah digunakan.

Kalau wajah saya lagi ada bruntusannya dan merah karena abis minum yoghurt atau dairy poduct, biasanya pakai masker ini saat malam dibawa tidur aja besoknya merahnya udahan. Sheetmask ini cocok sekali untuk yang kulitnya sensitif dan gampang bruntusan. Selain varian teatree, mereka punya banyak varian lain dengan claim yang tentunya berbeda. Wajib coba banget!

price : 30.000

90ba7008ddb5d435dfaed8f215b246b6

  • Emina Masqureade Face Mask Tea Tree Oil

Salah satu brand lokal yang produk makeupnya bagus-bagus juga. Saya tidak banyak coba produk skincare dari Emina ini. Tapi pas lihat sheetmask mereka yang ini ada kandungan Tea Tree Oil, saya langsung penasaran untuk coba. Apalagi harganya lumayan affordable dibanding masker kecintaan saya Mediheal. Dan setelah coba pakai semalaman ternyata memang bagus dan lumayan calming wajah yang sedang bermasalah.

Emina Masquarade Face Mask Tea Tree Oil ini claimnya bisa membantu mengontrol minyak berlebih yang menjadi salah satu penyebab jerawat. Meskipun bersifat oil reducing, sheet mask ini tetap memberikan kelembapan yang dibutuhkan sehingga nggak bikin kulit kering. Jadi besoknya setelah pakai, kulit tetap lembap.

Price : 14.500

30444-large_default

  • Dr. Jart+ Dermask Micro Jet Clearing Solution

kalau bicara soal produk Dr. Jart, banyak yang setuju produknya memang oke banget dan sesuai claim. Tapi rakyat jelata macam diriku ini agak kaget gitu kalau liat harga kak. Jadi setuju sekali bahwa salah satu produk sheetmask ini memang bagus banget dipakai di kulit dan meredakan bruntusan di wajah. Hanya saja harganya kurang affordable (sekali lagi only for rakyat jelata). kecuali yang mau beli Tasya Farasya kayaknya gak akan tuh ngeluh kayak aing.

Dr. Jart Sheet mask dengan tekstur microfiber yang mengandung salicylic acid, minyak tea tree, dan niacinamide untuk mengontrol minyak berlebih. Kandungan antioksidan di dalamnya bisa menyehatkan kulit. Sementara a-Bisabolol (ekstrak chamomile) berfungsi untuk mencerahkan wajah. Jadi selain menyeimbangakan minyak wajah yang bisa menghindari kita dari jerawat, sheetmask ini juga ada kandungan mencerahkan.

Price : 69.000

35987-large_default

  • Sensatia Botanicals Clarifying Cica Sheet Mask

Pertama kali coba produk ini karena saya suka banget sama misi dari brand ini yang mengunakan bahan alami dan ramah lingkungan. Brand lokal asal Bali ini setia menggunakan bahan-bahan herbal dan organik di setiap produk yang dirilisnya. jadi awal coba produk ini karena keracunan review dari Stephanie Wose di Instagram. Akhirnya beli dan sama sekali tidak menyesal. Produk ini memang bagus banget ternyata.

Sheetmask ini diformulasikan khusus untuk kulit berjerawat karena serumnya mengandung tea tree oil yang berfungsi membunuh bakteri penyebab jerawat. Selain itu, terdapat kandungan Cica yang dapat meredakan peradangan dan meningkatkan produksi kolagen. Nggak sampai di situ saja, tisu sheet mask ini terbuat dari serat VEOCEL™ yang telah tersertifikasi biodegradable dan berasal dari kayu yang dipanen secara berkelanjutan.

Price : 180.000 (8 sheets)

36430-large_default

  • Rojukiss Bright Pore Expert

Pertama kali coba ini sebenarnya karena saya habis main ke pantai beberapa hari, trus baru ingat saya punya masker untuk brightening jadi saya pakailah masker ini. Pada saat itu kondisinya adalah kulit saya lagi ada beberapa jerawat hormon. Biasanya, kalau jerawat hormon saya cuekin aja karena 3-4 hari juga selesai. Tapi setelah pakai masker ini di malam hari, besoknya jerawat saya mendingan dan tidak muncul jerawat baru.

Untuk claimnya sendiri, Rojukiss Bright Pore Expert ini Selain dapat mengecilkan tampilan pori-pori, varian ini juga cocok untuk mencerahkan kulit kusam sekaligus memudarkan bintik hitam bekas jerawat maupun paparan sinar matahari, serta membuat kulit tampak merona dan lembap. Di dalamnya terdapat kandungan Arbutin, Vitamin C, B3, B6, dan Vitamin E.

Price :  21.000

dv

Sebenarnya, saya sudah mencoba banyak sheetmask dengan kandungan yang kurang lebih mirip dengan kandungan 5 sheetmask di atas. Tapi, 5 sheetmask ini adalah yang paling sesuai claim dan aman digunakan di kulit. Selain menggunakan sheetmask secara teratur, kenali penyebab jerawat yang timbul pada wajah. Bersihkan wajah 2-3 kali sehari meskipun tidak kemana-mana atau menggunakan makeup. Gunakan pembersih yang cocok dengan jenis kulit dan banyak minum air putih ya Sistur. Selamat mencoba!

Foto

Trip Singkat ke Pulau Langkadea

Setelah rasanya lama banget gak liburan, akhirnyaa liburan juga.

Saya termasuk bukan anak pulau, maksudnya saya bukan tipikal orang yang suka liburannya main ke pulau, gitu. Tapi kemarin ini saya diajak ikut trip ke Pulau Langkadea, saya gak bisa nolak sih karena sudah lama banget gak liburan. Terkahir kali ke pulau mungkin ada kali 3 tahun lalu. Saya suka pantai tapi tidak suka perjalanan ke pulau karena saya gak bisa berenang, jadi bawaannya parno kalau mau naik kapal.

Ini adalah kali pertama saya ke Pulau Langkadea. Karena perginya ramean, saya gak begitu cari tahu soal pulaunya. Sekilas saya tahunya ini adalah pulau yang tidak berpenghuni alias gak ada penduduk yang tinggal di pulau ini. jadi kita harus prepare semua kebutuhan semaksimal mungkin khususnya perlengkapan pribadi. Saya cuma bantu support beberapa perlengkapan kelompok dan sudah packing malam sebelum berangkat besoknya.

Kami berencana berangkat sabtu siang dan pulang besok siangnya, jadi nginap semalam. Eh trus ini berarti bukan trip singkat sih karena pake acara nginap. Waw, gak apa-apa ya biarin aja judulnya gitu kan terserah saya wkwk. Nah, kami janjian ketemu di meeting point di Masjid Pelabuhan Paotere tempat kami akan berangkat naik kapal untuk menyebrang. Sekira jam 1 kami semua berjumlah 10 orang sudah siap untuk berangkat.

Kami masing-masing membayar Rp.50.000 untuk transport bolak balik ke Pulau Langkadea. Jumlah ini mungkin akan berbeda sesuai hasil negosiasi dengan pemilik kapal.  Kami juga menetapkan mengumpulkan uang sejumlah Rp.70.000 untuk kebutuhan kelompok seperti ransum dan lain-lain. Jadi anggota kelompok yang ikut hanya perlu membawa perlengkapan pribadi saja, ransum dan transport kami urus dengan berbagi tanggung jawab anggota kelompok. Oh iya kami juga membeli daging yakiniku untuk jadi ransum makan malam.

WhatsApp Image 2020-10-27 at 10.20.54

Kami berangkat kira-kira jam 1 siang, lagi terik-teriknya. Kami menumpang kapal Daeng Lili yang ketika kami naik langsung diberangkatkan menuju Pulau Langkadea. Perjalanan sekira 1 jam, kadang bisa sampai satu setengah jam juga bergantung situasi ombak laut. Sebelum tiba di Pulau Langkadea, kapal sempat mampir sebentar untuk menurunkan barang di pulau sekitar. Pulau Langkadea merupakan salah satu dari 120 pulau yang berada di Kepulauan Spermonde. Sebuah kepulauan yang membentang dari kabupaten Takalar di selatan hingga Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) di utara.

Meskipun ombak tidak begitu besar, tapi saya tetap merasa agak pusing juga selama di perjalanan. Ketika tiba, kami langsung disuguhkan pemandangan laut yang cantik dan bersih. Pulau ini gak begitu luas, fasilitasnya ada Mushallah, sumur air bersih dan dua toilet. Sepertinya di pulau ini pernah ada villa atau semacam rumah namun sudah lama diratakan dan hampir telah hilang bekasnya. Kami langsung mengambil tempat menghadap timur dan mendirikan tenda tidak jauh dari pinggir laut. Kami membawa 3 tenda. Beberapa mengurus tenda dan beberapa mengurus ransum dan cek perlengkapan lain.

WhatsApp Image 2020-10-27 at 10.04.26 (3)

Setelah tenda berdiri dan perlengkapan rapi penempatannya. Kami menggelar tikar di pinggir laut dan duduk ngemil makanan yang dibawa. Beberapa dari kami turun ke laut untuk mandi dan beberapa lagi cari spot buat foto sunset. Saya tidak ikut turun ke Laut jadi saya rebahan saja di pinggir laut sambil baca buku dan menikmati matahari yang mulai terbenam. Bau air laut yang menyenangkan dan suara teman-teman tertawa sambil berenang membuat saya jadi mellow dan ketika menulis ini saya jadi pengen liburan lagi huhu.

WhatsApp Image 2020-10-27 at 10.04.27 (1)Selepas Magrib, kami mulai mengatur penerangan di sekitar kami dan menyiapkan makan malam. Teman-teman saya keren sekali, perlengkapan buat bakar-bakar dagingnya sangat lengkap berikut dengan marinasi dan selada. Waaah, menyenangkan sekali karena kami bisa masak bersama sambil ngobrol dan bercerita satu sama lain. Apalagi di antara kami ada beberapa yang baru bertemu, jadi makan malam bersama seperti ini bisa bikin kami makin akrab.

WhatsApp Image 2020-10-27 at 10.04.26 (2)

Setelah makan malam, ada dari kami yang masuk ke tenda karena mengantuk sehabis makan. Ada yang gelar tikar di pinggir laut dan mengobrol, saya dan beberapa yang lain main kembang api. Kapan kalian terakhir kalian main kembang api? Saya bahkan sudah lupa. jadi ketika diajak main kembang api, saya seperti anak SD yang ditawari mainan kesukaannya. Wah girang sekali. Saya memegang kembang api di tangan kiri dan kanan sambil loncat-loncat, untung gak ada batang pohon di sekitar kaki saya. Kalau ada, mungkin saya sudah celaka karena situasinya adalah sama sekali tidak ada penerangan kecuali dari percik kembang apinya.

Subuh hari sekira jam 4, angin kencang bertiup. Saking kencangnya, saya sampai terbangun dan keluar berjalan di sekitar tenda memastikan tidak ada barang yang gampang terbawa angin. Setelah keluar tenda, saya tidak bisa tidur jadi saya terjaga menunggu matahari terbit. Suasana telah terang ketika matahari mulai terbit, kami semua sudah terbangun dan duduk menghadap ke timur menunggu detik-detik matahari muncul.

WhatsApp Image 2020-10-27 at 10.12.14Setelahnya, kami mulai berkumpul untuk membuat sarapan. Pagi itu kami membuat sandwich, ada yang bertugas membuat kopi juga, adapula yang bertugas mengadu debat bagaimana membuat sandwich yang benar. Suasana jadi riuh karena beda pendapat mengenai urutan membuat sandwich. Wah, kami mulai bertengkar padahal baru berkenalan kemarin siang. Setelah sarapan, ada yang turun ke Laut untuk mandi. Ada yang mandi dari air sumur yang bersih, saya sih seperti biasa tiduran di pinggir laut sambil ngemil.

Beranjak siang, kami mulai berkemas untuk pulang. Melipat tenda, mengumpulkan makanan, mencuci peralatan makan, dan mengumpulkan sampah. Sambil menunggu kapal menjemput, kami foto-foto dulu dan duduk santai di pinggir laut sebelum pulang. Ternyata kapal yang menjemput terlambat jadi kami cukup lama menunggu. Kapalnya datang dan menurunkan penumpang yang baru datang ke pulau itu lalu setelahnya gantian kami naik untuk diantar pulang. Perjalanan pulang lebih berat, saya agak pusing tapi sama sekali tidak kapok. Ayo ajak saya ke pulau lagi!!

IMG_20200823_094653

Membaca Cerita Pendek di Bulan September

Setelah beberapa bulan tidak membaca buku sama sekali, akhirnya bulan september kemarin saya menamatkan beberapa buku. Jadi, sekalian saya tuliskan di sini karena ternyata masih ada kategori buku di blog ini yang isinya ya gini-gini aja hasil membaca beberapa buku yang saya rangkum dalam satu tulisan. Bulan september kemarin kebetulan buku yang saya baca kumpulan cerpen semua jadi semangat menulis ini dipesembahkan oleh judul tulisan yang jadi lebih dulu dari isi tulisan :))

Berburu Buaya di Hindia Timur – Risda Nur Widia

Saya pertama kali tertarik baca buku ini dikarenakan informasi tentang buku ini sering melintas di linimasa twitter saya. Kebetulan ini adalah buku pertama dari Risda Nur Widia yang saya baca. Berburu buaya di Hindia Timur adalah kumpulan cerita yang tidak begitu pendek dan kalau boleh saya bilang merupakan kumcer sejarah. Namun untuk sebuah fiksi sejarah, cerita di buku ini sangat impresif sekaligus menyenangkan.

EkH7OkZUcAAGJToCara bercerita yang tidak biasa, permainan metafora dalam menulis jadi salah satu hal yang bikin saya menikmati proses membaca. Ada 6 cerita dalam buku ini, semuanya mengambil sudut pandang yang menarik dan tidak biasa dalam menulis fiksi sejarah. Tapi saya teringat sesuatu ketika baru mulai membaca buku ini, pada cerita pertama Para bandit dan Hantu Ophaalbrug deskripsi rawa dan dan semak mengingatkan saya dengan deskripsi hampir serupa pada tulisan Dea Anugerah yang saya lupa judulnya. Eh tunggu, Dea Anugerah atau Ahmad Tohari ya? Berikut saya kutip saja bagian yang saya maksud

gygg

Sebidang rawa. Sungai pada sebidang rawa. Jembatan gantung pada sungai sebidang rawa. Semak belukar di ujung jembatan gantung pada sungai di sebidang rawa. Kelewang dan kantuk menunggu di antara semak belukar. Di tepi Sungai Marengan yang masih gulita itu, telah bersiap sekelompok bandit dengan akal bulus untuk menghentikan perahu yang mengangkut garam menuju Batavia.

Membunuh Orang Gila – Sapardi Djoko Damono

Membunuh Orang Gila adalah kumpulan cerpen berisi 18 cerpen. Saya menamatkan buku ini dalam sekali duduk karena memang buku ini sederhana dan menyenangkan. Cerita-ceritanya mengingatkan saya kepada cerita pendek di buku paket Bahasa Indonesia pada saat sekolah. Saya suka sekali membaca cerpen di buku paket waktu jaman sekolah, meskipun kadang-kadang saya tidak paham dengan ceritanya. Salah satu cerita di buku ini yang saya ingat pernah saya baca di buku paket adalah cerpen Ketika Gerimis jatuh. Dulu saya kepikiran sekali dengan anak kecil di cerita ini karena ending cerita ini menggantung.

Cerita favorit saya di buku ini berjudul Bingkisan Lebaran. Cerita singkat dan sederhana tapi bikin saya kepikiran lumayan lama. Setiap saya melihat jembatan, saya selalu kepikiran anak kecil bernama Mawar. Setelah membaca sampai titik terakhir cerpen inipun saya kepikiran bagaimana suasana lebarannya, aduh saya mau sedih tapi tidak tahu sedih untuk apa.

Dari Datuk ke Sakura Emas – A. Fuadi, dkk.

Pada dasarnya saya tidak begitu suka lama-lama membaca cerita pendek yang banyak. Buku ini sudahlah isinya ada 18 cerita, tidak pendek-pendek amat juga tapi anehnya saya betah sekali membaca sampai habis. Kumcer ini ditulis oleh 14 penulis kontemporer Indonesia. Penulis yang datang dari beragam genre dan gaya menulis tapi anehnya seperti satu frekuensi mengakhiri cerita dengan getir, kompak banget Bapak Ibu ini bikin saya sedih.

Beberapa cerita sudah pernah saya baca sebelumnya seperti judul Emak Ingin Naik haji dari Asma Nadia. Hampir semua cerpen di buku ini saya suka. Ada yang saya suka deskripsinya, alur yang unik, plot twist yang seru. Dari semua kumcer, saya memilih tulisan Aan Mansyur sebagai yang paling saya suka berjudul Di tempatmu Berbaring Sekarang. Kalau ada yang minta rekomendasi kumcer yang isinya hampir semuanya bagus, saya rasa saya bisa merekomendasikan buku ini. Saya mau kutip sedikit bagian pembukaan dari cerpen Aan Mansyur di buku ini

ftfyyt

Pohon di tengah padang rumput tumbuh bersama rahasianya. Pohon itu menceritakannya kepadaku suatu siang saat aku istirahat selepas memandikan sapi-sapiku. Sebelumnya aku tak pernah berani berteduh di bawah pohon itu. Orang-orang kampung mengatakan pohon itu angker, namun panas matahari betul-betul tak membuatku takut kepada apa pun siang itu.

Sebenarnya saya membaca 4 buku kumpulan cerita pendek bulan kemarin. tapi satu lagi belum selesai jadi tidak saya masukkan di sini. Awal oktober ini saya baru saja memulai membaca buku berjudul Gagal menjadi manusia sebuah buku yang diterjemahkan dari judul Ningen Shikkaku yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1948 oleh salah satu novelis ternama Jepang, Dazai Osamu. Semoga bukunya selesai bersama buku-buku lain yang nantinya sempat saya update lagi di blog ini.

BUKKE0058