Resep Barongko Gula Merah

Tiba-tiba saya ngidam mau makan barongko. Mau banget. Tapi sebenarnya menemukan salah satu kue basah bugis ini akan lebih mudah di bulan ramadhan. Yup, Berbagai makanan khas Bugis maupun Makassar akan lebih mudah ditemukan di bulan ramadhan. Barongko adalah salah satu makanan khusus yang disajikan saat acara resepsi seperti pernikahan, khitanan atau acara gotong royong lainnya. Jadi, wajar saja jika agak sulit menemukan kue satu ini.

Barongko sebenarnya berwarna putih. Dibuat dari campuran pisang, telur dan santan. Namun, kali ini saya dan Ibu sepakat membuat barongko gula merah yang nantinya hasilnya akan berwarna kecokelatan. Ibu membantu menyiapkan bahan dan mengingatkan kembali cara membuatnya. Maklumlah, lama hidup di Makassar bukannya membuat saya mandiri malah kehilangan ilmu masak memasak. Nah, jadi ini dia resep sederhana membuat barongko gula merah.

Bahan-bahan :

#Daun pisang muda yang dikeringkan hingga lemas (Iya lemas 😂😂)
#2 sisir pisang
#3 butir telur
#1 gula merah
#1 biji kelapa yang akan dibuat santan
#vanili secukupnya
# air secukupnya
#garam secukupnya

Daun pisang yang sudah lemas dibentuk dengan ukuran kira-kira 30×15 cm. Pisang yang digunakan adalah jenis pisang yang biasa diolah jadi pisang goreng (lupa nama pisangnya haha) tapi tingkat kematangannya agak lebih matang atau lembek. Pisang tersebut dikupas, diiris diambil bagian luarnya saja yang halus. Serat pisang bagian tengah tidak digunakan. gula merah dilelehkan, dimasak sampai mencair.

Bagian yang paling saya tidak suka adalah harus memarut kelapa. Kata Ibu, kalau kelapa cuma sebutir begini lebih baik di parut sendiri, pegeeel. Pisang yang tadi sudah dipisahkan dari serat tengahnya dihancurkan dengan cara diblender. Nah kebetulan blender di rumah lagi rusak jadi dihancurkan dengan cara tradisional yaitu di remas pakai gelas kaca di atas baskom menggunakan tangan, pegeeel.

Cara Membuatnya :
Pisang yang sudah dihaluskan dicampur dengan 3 butir telur lalu diaduk. Masukkan cairan gula merah secara perlahan sambil diaduk. Kelapa yang sudah disantan dimasukkan sambil diaduk juga. Masukkan vanili dan garam secukupnya. Aduk merata sambil menakar adonannya sudah encer atau masih keras. Adonan barongko gula merah di tahap ini akan terlihat seperti bubur kacang ijo. Kalau membuat barongko dengan warna putih, gula merah diganti menjadi gula pasir.

Setelah adonan sudah siap, masukkan adonan ke dalam wadah pisang yang sudah dibentuk. Adonan dimasukkan menggunakan cangkir dan diisi hanya setengah bagian karena akan mengembang saat dikukus. Setelah semua wadah pisang sudah diisi, barongko siap untuk dikukus selama kurang lebih 30 menit. Daaan, jadi deh.

WhatsApp Image 2018-01-12 at 13.37.20

Barongko gula merah ini rasanya manis gula merah yang khas. Saya merasa barongko gula merah lebih legit dan lebih enak rasa manisnya dibandingkan barongko biasa. Barongko ini paling enak disajikan dalam keadaan dingin. Air gula akan lumer dari sisi barongko. Tapi tenang saja, meskipum dibuat dari campuran gula pasir atau gula merah, rasa manisnya tidak akan membuat enek namun justru bikin nagih. Selamat mencoba di Rumah.

Iklan

Jalan Sehari di Semarang

Memangnya bisa jalan-jalan keliling kota tapi cuma sehari? Bisa dong. Kunjungan kali pertama saya ke Semarang disponsori acara keren Famtrip Blogger 2017. Acaranya berlangsung selama 3 hari dengan agenda yang telah diemailkan sebelumnya. Pada badan email juga disebutkan peserta bisa extend tiket pesawat alias jadwal keberangkatan bisa dimajukan atau dimundurkan. Ya, saya jadinya bimbang dan galau. Kalau ikut acaranya sudah pasti mau, tapi rasanya sayang sekali kalau pulang di hari selesainya acara.
Ga bisa kelayapan sendiri dong
Mau cobain kesana sini tapi ga ada di list acara

Hal yang membuat saya bimbang dan galau adalah kalau memperpanjang jadwal harus nginap dimana dan ada agenda di hari selasa yang susah ditinggalkan –selayaknya kenangan–. Mau dimajukan juga bertabrakan dengan agenda lainnya. Jadi, saya hanya punya satu hari di hari terakhir yang memungkinkan untuk kelayapan. Fix saya memilih penerbangan malam hari pukul 20.00 wita jadi saya punya waktu keliling Semarang seharian. Malam hari setelah acara selesai saya menyusun rencana sambil melihat-lihat tourism map dari Dinas Pariwisata Semarang. Peta wisata ini sangat memudahkan saya melihat tempat-tempat yang bisa dijangkau dalam sekali jalan atau sehari jalan. Daaaan ini dia 5 tempat yang Kue Jahe rekomendasikan untuk jalan sehari di Semarang

1. Lawang Sewu
Mainstream sih, tapi bagi saya yang pertama kali ke Semarang tempat ini harus saya datangi. Selain itu setelah melihat peta wisata, tempat ini jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari hotel saya menginap, hotel Pandananran. Tapi saya tidak jalan kaki (haha), saya memilih naik gojek dengan tarif Rp.4000. Tiba di Lawang Sewu seperti biasa saya ribet, setelah bayar gojek masukin dompet, keluarkan kamera dari tasnya, masukkan tas kamera ke dalam tas, kalungkan kamera, ambil handphone, lupa masuknya harus bayar ambil dompet keluarkan uang, masukkan dompet ke tas. Sudah terbiasa ribet seperti itu (HAHA).

Lawang sewu at the firat sight bikin jatuh cinta. Warnanya dominasi putih bikin betah keliling dan pokoknya saya suka. Sebagai tipikal yang tidak begitu suka museum, saya mengecualikan Lawang Sewu. Meskipun mainstream dan ramai, lain waktu saya akan berkunjung ke sini lagi.

WhatsApp Image 2018-01-12 at 12.53.58 (7)

2. Heritage
Setelah berkeliling selama dua jam, saya memesan gojek ke jl. Puspowarno raya. Tempat ini mungkin hanya rekomendasi untuk cewek-cewek, apalagi yang suka tas lucu dari _heritage (akun instagram). Sejak dulu saya suka sekali sama tas-tas ransel buatan mereka. Beberapa kali cari teman buat pesan soalnya mahal di ongkir sist, tapi sering batal pesan. Nah karena outlet mereka cuma ada di semarang, melipirlah saya ke outlet lucu ini. Saya sampai merepotkan mas gojeknya untuk bantu cari alamatnya, dan ketemu. Nah akibat bikin instastory lagi belanja di sini, saya yang tadinya sudah beli trus pulang, harus balik lagi ke sini karena ada 4 orang yang nitip mau dibeliin tas (huh).

3. Mesjid Agung Semarang
Dari semua tempat di Semarang, destinasi satu ini yang jadi favorit saya. Soalnya sudah sejak dulu menjadikan tempat ini bucket list. Setelah belanja di Heritage, kembali naik gojek ke Mesjid Agung yang ditempuh selama hampir 20 menit. Saya memang mengatur agar tiba di tempat ini saat waktu duhur. Areal Mesjid Agung luas sekali. Saya diturunkan di depan pintu masuk areal dan berjalan kaki masuk sejauh 25 meter. Selama berjalan kaki tiba-tiba pengen nangis Allahuakbar Bersyukur masih bisa merasakan betapa besar kuasa Allah S.wt melalui mesjid ini.

WhatsApp Image 2018-01-12 at 12.53.58 (5)

Mesjid agung luasnya blabla . Aduh saya suka banget tempatnya, meskipun Semarang cuacanya panas di mesjid Agung angin bertiup semilir. Ada banyak bus pariwisata yang hilir mudik tapi pas masuk ke dalam mesjid, tidak begitu ramai (krik krik). Kalau dilihat-lihat, lebih banyak yang nyaman di luar dibanding ngadem di dalam (nyinyir mode on :D). Setelah shalat duhur dan keliling sekitar mesjid saya kembali melanjutkan acara pesan memesan gojek ke destinasi selanjutnya.

4. Kota Lama
Pukul 13.30 wib saya berhasil menemukan driver gojek yang bersedia mengantar ke kawasan kota lama. Saya minta diturunkan di depan kokakola, kawasan klitikan kota lama. Bagi saya penyuka sesuatu yang vintage, ini bikin betaaah. Selesai mengelilingi kokakola, saya melipir ke taman kota lama dan kembali menyusuri vintage shop sepanjang taman. Di kota lama, tidak ada loket tiket, tapi untuk kamu yang ingin berkunjung ke sini sebaiknya siapkan uang (seikhlasnya) untuk dimasukkan ke beberapa spot foto sebagai infaq.

WhatsApp Image 2018-01-12 at 12.53.58 (3)

Kawasan kota lama blabla. Saya baru sadar berjalan sangat lama setelah merasa betis mulai protes, pegeel. Seperti halnya vintage, bangunan-bangunan tua juga favorit saya. Teman di Bandung sampai pernah berkata begini Berkali kali ke Bandung, ngapain sik tiap datang ke Braga mulu. Yah gimana ya Kak, kalau udah suka ya gitu~

WhatsApp Image 2018-01-12 at 12.53.58 (2)

5. Strada Coffee
Setelah capek sendiri keliling kota lama, saatnya cari asupan kafein (sok2an). Rencananya mau sekalian ketemu sama teman di kota sini, dan lokasi coffeeshop ini strategis antara tempat nginap dan kantornya. Saya memesan hot latte dan mengambil tempat duduk di depan kaca menghadap jalan raya. Kebanyakan pengunjung yang datang berusia 24-60 tahun. Dari menu-menu yang dipesan mayoritas pengunjung, saya malah melihat tempat ini lebih cocok disebut restoran. Eh tapi kopinya enak, saya suka. Harganya juga tidak semahal penampakan cafe dan style pengunjung. Cafe latte seharga 25.000 trus dikasi cofffee card, sticker dan voucher spa. Ini kayak pesan paket apaa gitu.

Selain rasa kopinya, saya juga suka suasana di sini. Kursi dan meja dibuat agak dekat sehingga orang-orang yang ngobrol akan sungkan bersuara keras, musiknya ala-ala italia dan pas masuk aroma kopi langsung memenuhi penciuman saya. Apalagi saya duduk di dekat roaster yang sepertinya baru selesai digunakan. Karena saya dikasi coffee card, jadi next time saya akan mampir sini lagi.

WhatsApp Image 2018-01-12 at 12.53.58

Jalan-jalan sehari bisa kan? Pasti bisa. Untuk mengefektifkan waktu, sebelum hari jalan sehari tiba sebaiknya susun dulu tempat-tempat yang kamu mau. Jangan lupa untuk melihat jarak yang harus ditempuh, jangan sampai satu destinasi membatalkan destinasi lainnya karena kejebak macet atau drama perjalanan. Jangan lupa makan selama jalan-jalan dan bawa selalu air putih yah. Enaknya jalan sendiri dan sehari itu kita jadi bisa memaksimalkan waktu, tanpa saling tunggu dan tidak pakai drama mau kemana sama siapa. Tapi ga enaknya juga ada dong. Mau foto susah, harus tunggu ada yang lewat trus minta difotokan, atau selfie (tapi aku sering awkwrd kalo selfie, males). Jadi, mau jalan sehari kemana nih?

Memperbaiki Letak Kekecewaan

Hiks..

Saya lagi sedih banget ini, saya lagi kecewa. Kita tentu akrab dengan kata kecewa. Baik didengar berupa keluh dari orang-orang maupun menjadi perasaan yang dialami sendiri. Kecewa kepada sesama manusia? Oh wajar, sebagai manusia yang saling berinteraksi dan bergantung satu sama lain, adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan paling bisa memantik kecewa. Tapi kecewa kepada Allah SWT? Oh tidak, sepertinya kita harus memperbaiki letak kekecewaan itu.

Iya, saya sedang merasa kecewa, kecewa kepada keadaaan. Doa-doa yang saya langitkan belum mendapat jawaban. Di timeline media sosial, saya melihat ada teman yang sepertinya sedang merasa kecewa juga. Ia menulis panjang status betapa ia sangat kecewa dan terpuruk atas keadaan. Pengharapan untuk melanjutkan pendidikan yang belum diberi jalan oleh Allah, saya yakin ia pasti menaruh usaha yang besar atas hal ini sehingga kekecewaan yang ia terima juga sangat besar.

Saya baru berencana untuk memberi dia semangat, ia mengirim pesan berupa sticker di media sosial Line, pertanda dia butuh cerita. Tadinya saya pikir saya akan membalas dengan Untung kamu belum lulus, kalau lulus trus saya kangen gimana? atau Mungkin disuruh nikah dulu biar ada mahram di sana. Tapi kok saya malah mengetik kata-kata serupa kata mutiara. Kalimat yang akan dia pahami sebagai seorang muslimah dan menguatkannya dengan logika berdasarkan tafsir qur’an sependek yang saya tahu. Setelah selesai saling berkirim pesan saya membaca kembali apa yang sudah saya ketik dan akhirnya menangis sendiri (cengeng banget yak huhu), saya lupa bahwa selama ini saya juga telah merasa kecewa pada Allah SWT padahal siapalah saya yang pantas merasa seperti itu.

Kalau kamu sedang kecewa karena merasa Allah SWT belum mendengar doamu maka mungkin ini bisa sedikit membantu.

Dari Ali bin Abi Thalib berkata seperti ini “Saya meminta sesuatu kepada Allah. Jika Allah mengabulkannya untuk saya maka saya gembira SEKALI saja. Namun, jika Allah tidak memberikannya kepada saya maka saya gembira SEPULUH kali lipat. Sebab, yang pertama itu pilihan saya. Sedangkan yang kedua itu pilihan Allah SWT.”

Kita cuma tahu apa yang kita mau dan inginkan tapi tidak benar-benar tahu apa yang kita butuhkan. Bisajadi pengharapan yang kita ucapkan dikabulkan dalam bentuk yang lain. Teman saya pernah bilang begini waktu kami sedang naik motor bareng-bareng. Kalau kamu berdoa Tar, tapi kamu merasa belum dikabulkan mungkin Allah ganti dengan keselamatan yang selalu kita dapatkan saat berkendara misalnya. Saya menanggapinya cuma haha hihitapi bikin saya selalu kepikiran. Iya yah, saya sering bertanya-tanya doa siapa dan doa yang mana yang membuat saya selalu dilimpahkan kesehatan dan keselamatan.

Allah SWT akan selalu mengabulkan doa kita. Hanya kita saja yg tidak tahu kapan terkabulnya dan dalam bentuk apa terkabulnya doa kita. Karena Allah SWT tidak pernah terburu-buru dan tidak pernah terlambat memberikan segala sesuatu. Dan Allah SWT pun Maha Mengetahui apa yang kita butuhkan, karenanya Allah SWT akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200)

Kita semua harus sabar dan kuat, beban yang lebih berat yang Allah berikan tentu karena kita punya bahu yang kuat untuk menanggung beban tersebut. Tentu kamu masih ingat bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan kecuali jika ummatnya mampu. Masya Allah, jika cobaannya seberat ini Allah pasti berpikir kita sedemikian kuat. Naik level lah kak dengan menyelesaikan skenario yang Allah telah susun.

Kalau kata Cak Nun (Emha Ainun Najib), jadikan doamu sebagai salah satu cara menyapa Tuhan. Jangan sampai doa kita jadikan hanya sebagai sarana ‘menyuruh’ Tuhan agar mewujudkan keinginan-keinginan kita…

Emangnya kita siapa mau menyuruh Allah? Dengar suara adzan tapi masih mainin hp, masih suka kelelep liat cogan (cowok ganteng), kalau ketemu teman cewek masih suka ngomongin orang . Lo aja kali tar 😂😂 Iya iya misalnya seperti itu. Berdoa itu ibadah kak, cara kita berkomunikasi dengan Tuha sang Maha Pencipta. Jangan jadikan doa sebagai sarana meminta saja. Berdoa agar kita senantiasa merasa dekat.

Terakhir kutipan ini favorit saya, sejak SMP sudah saya tuliskan di binder belajar, saya tempel di dinding kamar dan semoga swnantiasa saya ingat bahkan dalam keadaan paling jatuh sekalipun.

boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216).

Keep istiqamah yah Kak 🙂

Bandung dan Hal-Hal yang Membuat Saya Pulang

For those who are lost, there will always be cities that feel like home

Ya, saya cinta dengan kota Bandung. Entah sejak kapan, dan awal mulanya seperti apa. Pertama kali mengunjungi Bandung pada tahun 2010 saya merasa biasa saja. Barulah ketika tahun 2012 saat itu saya harus mengunjungi kota ini beberapa kali ada rasa rindu untuk selalu kembali. Hingga pada tahun lalu di 2016, saya makin merasa bahwa Bandung bukan sekadar kota, lebih dari itu Bandung mewakili banyak hal yang melibatkan perasaan #PidiBaiqmodeon. Tapi toh saya punya kota yang disebut sebagai Rumah, Makassar. Jika Bandung selalu terkait dengan hal-hal yang melibatkan perasaan, maka Makassar adalah pulang yang sebenarnya.

Jl. Asia Afrika

Saya tidak sedang ingin memandingkan dua kota. Saya sedang rindu Bandung, dan saya menuliskan ini sebagai efek perasaan tersebut. Bandung selalu membuat saya merasa sedih dan senang sekaligus. Udara Bandung selalu membuat segar dan sesak sekaligus. Belum lagi beberapa tempat punya kisah yang panjang. Bukan, ini bukan soal kisah cinta. Jauh dari kisah cinta, sesungguhnya saya sering menjadikan Bandung sebagai kota untuk “lari”. Mungkin karena hal itu pula, Bandung selalu terasa sangat jauh.

Ada beberapa tempat yang paling sering saya kunjungi jika sedang berada di Bandung. Meskipun bagi sebagian orang sebaik-baik liburan adalah jalan-jalan, namun saya justru merasa sebaik-baik mengunjungi Bandung adalah bangun dengan perasaan “ah, saya lagi di Bandung” kemudian tidur kembali *eh

  1. Jalan Braga

Saya kurang tahu, apakah Jl. Braga di Bandung populer untuk dikunjungi atau tidak. Namun, setiap ke Bandung saya selalu menyempatkan diri ke Jl. Braga. Berjalan berkeliling dari ujung ke ujung, duduk menikmati pemandangan jalan yang ramai, atau sekadar memperhatikan detail lukisan sepanjang jalan. Kadang juga menyempatkan diri mengobrol dengan pedagang dan pelukis di sepanjang jalan Braga.

Jl. Braga

Selain itu, masih di Jalan Braga, saya punya tempat untuk berlama-lama duduk. Nama tempatnya adalah Braga Coffee. Braga coffee merupakan coffeeshop lantai dua. Jika sudah lelah berkeliling, saya akan mampir kr sini untuk minum kopi dan merenung (ceileh). Spot favorit saya, kursi menghadap jendela yang memungkinkan kita melihat langsung aktivitas di bawah di Jalan Braga.

Braga Coffee

2. Batu Kuda

Banyak yang bilang, tempat wisata ini sedikit misterius. Batu Kuda terletak di perbukitan Gunung Manglayang. Saya selalu suka berlama-lama di kawasan hutan pinus ini, berjalan sampai capek atau bersepeda sampai menyerah. Sayangnya, Batu Kuda tidak dapat diakses pada hari senin dan kamis karena adanya mitos warga setempat. Kawasan hutan pinus Bandung ini mirip dengan kawasan pinus Yogyakarta, Imogiri. Udara yang segar, pepohonan pinus yang cantik membuat saya selalu kembali ke sini jika sedang di Bandung.

Batu Kuda

3. Jalan Cihampelas

Sebenarnya saya lebih suka city trip atau road trip saat berkunjung ke Bandung. Salah satu jalan yang paling sering saya kunjungi adalah Jalan Cihampelas. Jejeran toko oleh-oleh dan pedagang pinggir jalan membuat saya betah berkeliling. Sayangnya, jalur pejalan kaki masih belum ditata dengan baik padahal jalan ini sangat ramai kendaraan. ada satu toko paling favorit yang selalu saya kunjungi di Jalan Cihampelas ini yakni Porta Porte. Puas berkeliling saya biasanya mengakhiri jalan-jalan dengan makan di Mall Cihampelas walk.

Porta Porte

4. Saung Angklung Udjo

Tempat ini berada di dekat Terminal Cicaheum. Saung Angklung Udjo adalah tempat pertunjukan seni, tempat membuat kerajinan dari bambu dan beberapa kegiatan seni lainnya. Setelah mengunjungi tempat ini satu kali pada tahun 2015, saya langsung yakin bahwa saya akan sering ke tempat ini. Tempat ini jadi sedikit membosankan jika secara kebetulan sedang ramai rombongan study tour berkunjung. Makanya saya sering memilih datang ke sini saat weekdays.

Saung Angklung Udjo

5. Stasiun Kota Bandung

Tempat terakhir hari ini membuat saya selalu jadi lebih melankolis (re : Baper). Secara sengaja saya sering memilih tiba di Jakarta lantas naik kereta untuk ke Bandung. Sesampai di Stasiun Bandung, saya tidak langsung mengambil kendaraan. Saya menikmati duduk berlama-lama di ruang tunggu depan stasiun. Juga saat akan kembali ke Jakarta atau ingin ke kota lain, saya datang lebih awal untuk menunggu. Di stasiun kota Bandung, menunggu menjadi lebih sendu, dan saya selalu suka perasaan tersebut.

Stasiun Bandung

Tempat-tempat tersebutlah yang membuat saya datang lagi dan lagi ke Kota ini. Sejak menjadikan kota ini sebagai tempat “lari” saya sering diserang perasaan ingin kembali ke sini. Selain tempat-tempat tersebut, udara Bandung yang segar, dan banyak kenangan turut andil membuat saya selalu rindu untuk pulang ke sini. Dan Bandung bagiku bukan hanya soal tempat dan kota, lebih dari itu melibatkan perasaan yang panjang dan rumit.

Gelato Enak di Makassar

Kok perempuan suka sekali yah makan ice cream?

Begitu tepatnya pertanyaan seorang teman laki-laki suatu sore melalui room chat setelah melihat status saya di line yang lagi kepingin sekali makan ice cream. Saya hanya mengirim sticker tertawa, sebab bingung juga mau menjawab apa. Ya, memang kebanyakan teman perempuan saya sangat hobi makan ice cream. Selain karena rasanya yang manis dan enak, ice cream juga ternyata punya banyak manfaat.Mau tahu? gugling sist. Lah, terus tulisan ini mau ngapain? Saya mau share salah satu tempat makan ice cream baru di Makassar, salah satu tempat yang rekomendasi untuk kamu yang suka makan ice cream apalagi gelato. Tapi, tahukah kamu, ternyata gelato dan ice cream itu beda.

Ice cream, sesuai namanya memiliki rasa krim yang kuat. Dengan Bahan dasarnya krim, kepala susu (bukan susu), dan kuning telur. Sedangkan gelato adalah bahasa Italia yang berarti ice cream yang dibuat dari susu, gula, kuning telur, dan air. Beda dengan ice cream, rasa gelato tak tajam di lidah. Teksturnya juga padat, tidak seperti ice cream dengan kandungan cream yang lebih banyak. Terdengar sangat cerdas padahal gugling (Hahaha).

Gelato di Makassar masih sangat jarang. Saya kali terakhir menikmati Gelato saat di Yogyakarta, di Tempo Gelato. Tempat makan Gelato hits di Jogja. Sebagai penggermar ice cream, saya sering merasa dunia tidak adil (Lebaaay). Mengapa Gelato di Jogja itu tidak ada pula di Makassar, mengapa ice cream enak macam di Ikea tidak tersedia di Makassar dan tempat makan ice cream lainnya yang enak tapi tidak available di Makassar. Maafkan daku yang kurang bersyukur ya Tuhan.

Dan tadaaa.. Setelah keinginan kuat makan ice cream tempo hari, akhirnya ada yang peka mengajak hangout. Jadilah melipir kiri kanan di instagram mencari tempat yang nyaman untuk ketemuan. Karena ceritanya memang mau makan ice cream (padahal modus mau curhat) akhirnya ada salah satu foto cantik di instagram berlatar sebuah gelato dua scoop yang bikin yakin harus coba tempat ini, nama tempatnya Al Amore Gelato.

Al amore gelato, namanya membuat saya ingat sebuah novel jaman SMA berjudul Amore, I love you yang pernah 3 kali saya baca dahulu. Kedai ice cream ini terletak di jalan kakatua No. 14 tepatnya di halaman gedung TVRI, Makassar. Tempatnya buka pukul 10.30-22.00 wita. Sebenarnya sih, saya pernah menikmati ice cream ini saat menjadi tenant dalam sebuah event di Kampus. Pas lihat Gelato, yang ada di kepala saya “wah pasti mahal nih”, tapi eh tunggu dulu.. Papan menu di muka tenant menunjukkan beragam varian rasa Gelato dengan harga hanya 12k per scoop, murah gaes.

Setelah menemukan gambar tersebut di Instagram, saya baru tahu Gelato ini juga bisa dinikmati di Kafe Studio. Awalnya saya mengira nama tempatnya adalah Al Amore Gelato, namun karena berpatokan dengan alamat halaman TVRI jadilah saya langsung parkir dan menuju satu-satunya kafe di tempat tersebut. Kafe Studio, kafe yang lumayan lucu di antara kafe yang sedang menjamur di Makassar. Al Amore Gelato terletak di sisi kiri setelah masuk. Pada Halaman cafe disusun berjejer dua bangku satu meja saling berhadapan dengan lampu yang besar dan berwarna putih, di dalam dan di muka bar ditumpuk lampu warna warni khas timur tengah, adapula bagian dengan banyak bingkai yang sangat lucu untuk menjadi latar berfoto. Meskipun sangat instagramable, saya melihat (tsah tsah) konsepnya terlalu “ramai” dan bingung.

Setelah duduk sebentar memperhatikan sekitar, saya beranjak memilih gelato yang akan dipesan. Sambil antri dengan pelanggan lain, saya memperhatikan ada 13 varian rasa yang bisa dipilih. Ada vanilla, nutella, oreo, red velvet, bubblegum, taro, greentea, dan lainnya. Saya memilih 2 varian rasa nutella dan snickers dan langsung membayar Rp. 15.000 untuk 2 scoop gelato, yippieee. Meskipun harganya murah, rasa ice creamnya sangat lumayan dan saya suka varian rasa yang beragam yang bisa dicicip dulu sebelum menentukan mau memilih rasa apa (Nyicipnya mungkin hanya berlaku kalau tidak antri, mungkin). Kalau tak suka ice cream, kafe ini juga menyediakan banyak varian menu untuk makanan dan minuman.

Meskipun masih terbilang baru, kafe ini langsung ramai pengunjung dan tidak seperti pertanyaan teman saya di atas. Kafe ini juga ramai dikunjungi para lelaki yang terlihat antri dan galau memilih varian rasa (hahaha). Menemukan tempat makan ice cream di Makassar yang enak menurut saya susah susah gampang. Kebanyakan hanya menjual “tempat”, rasa belakangan yang penting bisa foto-foto. Tapi, bagi yang memang suka makan ice cream, butuh tempat yang nyaman untuk saling bercerita, dan menikmati suasana jalanan Makassar, tempat ini rekomendasi.

pssst, daripada ke sini sendiri ajak saya juga boleh (HAHA)