Bandung dan Hal-Hal yang Membuat Saya Pulang

For those who are lost, there will always be cities that feel like home

Ya, saya cinta dengan kota Bandung. Entah sejak kapan, dan awal mulanya seperti apa. Pertama kali mengunjungi Bandung pada tahun 2010 saya merasa biasa saja. Barulah ketika tahun 2012 saat itu saya harus mengunjungi kota ini beberapa kali ada rasa rindu untuk selalu kembali. Hingga pada tahun lalu di 2016, saya makin merasa bahwa Bandung bukan sekadar kota, lebih dari itu Bandung mewakili banyak hal yang melibatkan perasaan #PidiBaiqmodeon. Tapi toh saya punya kota yang disebut sebagai Rumah, Makassar. Jika Bandung selalu terkait dengan hal-hal yang melibatkan perasaan, maka Makassar adalah pulang yang sebenarnya.

Jl. Asia Afrika

Saya tidak sedang ingin memandingkan dua kota. Saya sedang rindu Bandung, dan saya menuliskan ini sebagai efek perasaan tersebut. Bandung selalu membuat saya merasa sedih dan senang sekaligus. Udara Bandung selalu membuat segar dan sesak sekaligus. Belum lagi beberapa tempat punya kisah yang panjang. Bukan, ini bukan soal kisah cinta. Jauh dari kisah cinta, sesungguhnya saya sering menjadikan Bandung sebagai kota untuk “lari”. Mungkin karena hal itu pula, Bandung selalu terasa sangat jauh.

Ada beberapa tempat yang paling sering saya kunjungi jika sedang berada di Bandung. Meskipun bagi sebagian orang sebaik-baik liburan adalah jalan-jalan, namun saya justru merasa sebaik-baik mengunjungi Bandung adalah bangun dengan perasaan “ah, saya lagi di Bandung” kemudian tidur kembali *eh

  1. Jalan Braga

Saya kurang tahu, apakah Jl. Braga di Bandung populer untuk dikunjungi atau tidak. Namun, setiap ke Bandung saya selalu menyempatkan diri ke Jl. Braga. Berjalan berkeliling dari ujung ke ujung, duduk menikmati pemandangan jalan yang ramai, atau sekadar memperhatikan detail lukisan sepanjang jalan. Kadang juga menyempatkan diri mengobrol dengan pedagang dan pelukis di sepanjang jalan Braga.

Jl. Braga

Selain itu, masih di Jalan Braga, saya punya tempat untuk berlama-lama duduk. Nama tempatnya adalah Braga Coffee. Braga coffee merupakan coffeeshop lantai dua. Jika sudah lelah berkeliling, saya akan mampir kr sini untuk minum kopi dan merenung (ceileh). Spot favorit saya, kursi menghadap jendela yang memungkinkan kita melihat langsung aktivitas di bawah di Jalan Braga.

Braga Coffee

2. Batu Kuda

Banyak yang bilang, tempat wisata ini sedikit misterius. Batu Kuda terletak diΒ perbukitan Gunung Manglayang. Saya selalu suka berlama-lama di kawasan hutan pinus ini, berjalan sampai capek atau bersepeda sampai menyerah. Sayangnya, Batu Kuda tidak dapat diakses pada hari senin dan kamis karena adanya mitos warga setempat. Kawasan hutan pinus Bandung ini mirip dengan kawasan pinus Yogyakarta, Imogiri. Udara yang segar, pepohonan pinus yang cantik membuat saya selalu kembali ke sini jika sedang di Bandung.

Batu Kuda

3. Jalan Cihampelas

Sebenarnya saya lebih suka city trip atau road trip saat berkunjung ke Bandung. Salah satu jalan yang paling sering saya kunjungi adalah Jalan Cihampelas. Jejeran toko oleh-oleh dan pedagang pinggir jalan membuat saya betah berkeliling. Sayangnya, jalur pejalan kaki masih belum ditata dengan baik padahal jalan ini sangat ramai kendaraan. ada satu toko paling favorit yang selalu saya kunjungi di Jalan Cihampelas ini yakni Porta Porte. Puas berkeliling saya biasanya mengakhiri jalan-jalan dengan makan di Mall Cihampelas walk.

Porta Porte

4.Β Saung Angklung Udjo

Tempat ini berada di dekatΒ Terminal Cicaheum. Saung Angklung Udjo adalah tempat pertunjukan seni, tempat membuat kerajinan dari bambu dan beberapa kegiatan seni lainnya. Setelah mengunjungi tempat ini satu kali pada tahun 2015, saya langsung yakin bahwa saya akan sering ke tempat ini. Tempat ini jadi sedikit membosankan jika secara kebetulan sedang ramai rombongan study tour berkunjung. Makanya saya sering memilih datang ke sini saat weekdays.

Saung Angklung Udjo

5. Stasiun Kota Bandung

Tempat terakhir hari ini membuat saya selalu jadi lebih melankolis (re : Baper). Secara sengaja saya sering memilih tiba di Jakarta lantas naik kereta untuk ke Bandung. Sesampai di Stasiun Bandung, saya tidak langsung mengambil kendaraan. Saya menikmati duduk berlama-lama di ruang tunggu depan stasiun. Juga saat akan kembali ke Jakarta atau ingin ke kota lain, saya datang lebih awal untuk menunggu. Di stasiun kota Bandung, menunggu menjadi lebih sendu, dan saya selalu suka perasaan tersebut.

Stasiun Bandung

Tempat-tempat tersebutlah yang membuat saya datang lagi dan lagi ke Kota ini. Sejak menjadikan kota ini sebagai tempat “lari” saya sering diserang perasaan ingin kembali ke sini. Selain tempat-tempat tersebut, udara Bandung yang segar, dan banyak kenangan turut andil membuat saya selalu rindu untuk pulang ke sini. Dan Bandung bagiku bukan hanya soal tempat dan kota, lebih dari itu melibatkan perasaan yang panjang dan rumit.

Iklan

5 pemikiran pada “Bandung dan Hal-Hal yang Membuat Saya Pulang

  1. Aku justru itu loh mbak, belum pernah ke Bandung, tapi kok rasanya kayaaaaak rindu sekali sama bandung. AKUUUU EMANG SUKAAAK BANDUNG DARI SMP ._. wkwkw tapi belom kesampaian kesananya wkwk

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s