Merayakan Ingatan Masa Lalu

Rabu,

Ini bukan biru yang berungu,

Apalagi mengabu,

Ini hanya rindu.

Aku berhenti di halaman tujuhbelas buku Dilan jilid dua dan tiba-tiba memikirkan pertemuan pertama kita. Aku tak mungkin lupa pertemuan pertama kita, tentang dirimu yang sore itu terlihat lima tahun lebih muda dari umur sebenarnya. Jangan tersenyum. Sungguh, waktu itu kau terlihat sangat muda dan aku belum jatuh cinta saat itu, yang aku tahu aku mungkin akan betah di “tempat ini”. Hingga berselang waktu kemudian setelah banyak drama yang terjadi kita memutuskan memperpanjang drama dengan menjadi sepasang kekasih. Aku tak mungkin lupa banyak drama yang kita lewati, sayang.

Kita telah putus tiga tahun, jadi bisakah aku menulis surat cinta untukmu sekali ini?

Kita putus karena apa sih? Berselang waktu setelah kita berpisah. Kau pasti tahu pertanyaan apa yang akhirnya terlalu sering kudengar dan tak bisa kujawab dengan pasti. Hingga, setahun setelahnya aku menjalin hubungan dengan seseorang lalu merasa bosan dan mengakhirinya dengan satu kesalahan kecil dan memutus jejeran panjang kesabaran sebagai seorang pacar. Ya, kami putus. Tidak berapa lama setelah itu aku akhirnya paham mengapa kita memutuskan untuk berpisah. Jauh dari persoalan putus dan berpisah aku akhirnya paham mengapa kau merasa seperti itu. Kless..

Sudahlah, aku tak ingin mengajakmu bernostalgia dengan ingatan lalu yang suram. Sekarang mari kita ingat-ingat sesuatu yang manis saja, dalam rangka merayakan ingatan masa lalu, agar kita berdua tidak lupa untuk terus jatuh cinta dan bahagia dengan perasaan-perasaan seperti itu. Jadi begini, kau ingat malam saat kau begitu akrab dengan teman dekatku? Malam saat kau mengirim pesan bertanya apakah aku cemburu? Malam itu adalah malam kesekian setelah entah siapa memutuskan aku jatuh cinta padamu. Malam itu juga aku memutuskan untuk berhenti jatuh cinta dan menganggapmu sebagai kakak. Berselang waktu setelahnya kita kembali saling jatuh cinta, betapa labil perasaan-perasaan cinta waktu itu.

Aku masih perempuan yang manis saat itu, sesekali bersikap seperti anak kecil. Kau pasti sangat repot mengurusi perasaan-perasaanmu, betapa moody aku waktu itu, dan betapa manja dan kekanakan aku kadang-kadang. Kau pria yang sabar, sungguh. Karena melihat kesabaranmu itulah mengapa meskipun banyak masalah, banyak drama, dan banyak hal-hal menyebalkan yang terjadi, kita sepakat santai-santai saja. Selebihnya membiarkan semua orang menduga-duga dengan gemas. Kau tentu tak lupa, betapa banyak yang tidak setuju kita memutuskan untuk bersama-sama Hahaha.

Kau orang yang romantis, terima kasih. Aku tak pernah bisa lupa puisi pertama yang membuat seisi rongga dadaku waktu itu dihiasi kupu-kupu yang beterbangan dan geli. Puisi yang kuterima dengan perasaan campur aduk dengan sedikit jingkrat-jingkrat dan senyum sepanjang hari. Jika kau mungkin sedikit heran mengapa masih menyimpan backup pesan darimu. Harus aku perjelas, aku penyimpan yang baik. Temasuk beberapa rasa cemburu waktu itu yang kuputuskan untuk kucari tahu sendiri dan merasa baik-baik saja dengan hal itu.uhi

Selanjutnya, mari mengunjungi kenangan di tempat kita pernah bepergian. Kau pasti ingat, kau harus bangun pagi-pagi sekali mengendarai motor Sudiang ke Perintis demi membangunkan adik kecilmu yang malas bangun pagi ini, anyway sekarang aku selalu bangun pagi, kau harus tahu ini. Setelah bernegosiasi panjang lebar tentang betapa sangat paginya kita harus bepergian, betapa jauhnya kita harus pergi, kau berhasil meyakinkan aku untuk ikut. Terima kasih atas kesabaran luar biasa tiga tahun lalu. Kalau dipikir-pikir, kalau bukan karena cinta, ah sudahlah.

jjjjjjj

Banyak, banyak hal sebenarnya yang patut kita kunjungi di masa lalu. Tapi, tetap saja sebagai masa yang telah lewat mengunjunginya harus sekali-sekali saja, bagian-bagian yang acak, dan tidak terlalu dalam. Pun menulis nostalgia ini kulakukan setelah siap untuk kembali melihat ke belakang dengan perasaan yang lega dan nyaman. Kau tahu bukan, berapa lama cewek manja ini harus move on darimu? Hahaha. Terima kasih atas perasaan-perasaan kemarin, puisi-puisi indah, kesabaran luar biasa, adapun hal-hal yang perlu dimaafkan telah sejak lama kubuka pintu maaf itu. Kau sangat tahu bukan betapa lama aku mencoba membuka hati, berapa kali drama-drama kembali terjadi setelah kita berpisah, mengingat hal-hal itu semoga membuat kita jadi orang-orang yang dewasa dan melalui banyak tingkat proses paham.

Anyway setelah kita berpisah selain aku, banyak orang yang sangat merasa kehilanganmu dan tidak mampu move on darimu. Sayangnya, tiga tahun kemudian bahkan setelah mendapat beberapa penggantimu dan berhasil melupakanmu, mereka tetap tidak sanggup move on, mengingat dirimu setiap melihat hal-hal yang berhubungan denganmu, ini karena kamu terlalu baik mz, ih. Dan kalau mereka mulai mengingat kenangan-kenangan kita, dengan tidak punya perasaaannya mereka mnegungki-ungkit betapa baiknya dirimu, anggap itu jadi alasan mengapa aku begitu sulit move on darimu. alasan ! Satu lagi kak, dari semua puisi yang pernah kau kirim aku paling suka sajak yang satu ini.

12/06/2012 07:15

Aku adalah tulang yang bengkok sayangku, ku harap perlahanlahanlah untuk meluruskanku, karena sakitnya masih terasa bukan main,. 🙂

Terima kasih, selamat berbahagia 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s