Petrichor (Bagian 1)

Kalau ditanya saya perempuan seperti apa..

Saya pernah menulis tentang sahabat pena di blog, semenjak itu beberapa orang mengirimi saya email untuk berkarib dengan menjadi sahabat pena, menyenangkan. Saya juga pernah iseng menulis curhatan tentang beberapa teman yang akhirnya membuat kami sempat tidak berbaikan selama beberapa waktu, menyakitkan. Juga, Saya akhirnya bertemu dengan seseorang yang saya kenal melalui media sosial karena kami sama-sama tidak suka hujan lalu kami saling tukar cerita dan saling meminjamkan buku. Beberapa kasus sederhana yang mengubah banyak segi dari kehidupan saya. Adakah kamu telah menyentuh kehidupan seseorang dengan sederhana?

Sekali lagi, sudahkan kau menyentuh kehidupan seseorang dengan sederhana? Seperti… ah iya misalnya seperti petrikor. Kau tahu petrikor bukan? Petrikor, beberapa orang menyebutnya simfoni hujan. Saya tetap menyebutnya sebagai petrikor. Tidak memaknainya sebagai apapun, hanya sebagai perasaan serba salah yang lucu saat menghirup aroma setelah hujan. Rentetan perasaan beragam yang muncul sesaat setelah hujan, ah semoga saya tidak terlalu alay menggambarkannya.

Saya tidak begitu suka hujan. Perasaan saya campur aduk saat hujan turun. Kadang saya yang tadinya senang mendadak menjadi sedih pun sebaliknya. Hujan mengubah mood saya secara drastis dan tidak tanggung-tanggung. Kemudian setelah hujan, petrikor menjadi penawar semua perasaan yang muncul berentetan saat hujan.  Petrikor kadang membuat saya merasa terlalu lama nyaman dalam diam.

Petrichor adalah salah satu bau alami yang tercium saat hujan turun membasahi tanah yang kering. Pada tahun 1964, saintis Australia, Isabel Joy Bear dan R. G. Thomas, melakukan penelitian mengenai aroma hujan dan mempublikasikannnya di jurnal Nature, “Nature of Agrillaceous Odor.” Isabel dan Thomas menciptakan istilah petrichor (Yunani, petra: batu, ichor: darah para dewa) untuk menjelaskan fenomena tersebut (bangkusenja.wordpress.com)

Saya tidak tahu menahu ada penelitian yang menjelaskan tentang petrikor. Pun istilah petrikor baru saya dapatkan kemarin sore saat iseng melihat-lihat timeline tumblr. Hanya ketika ada yang bertanya tentang hal-hal yang saya sukai, saya sering memasukkan “aroma setelah hujan” sebagai salah satu hal yang sangat saya sukai, selain senyummu tentu saja 🙂

Kembali ke persoalan menyentuh hidup seseorang dan hubungannya dengan petrikor.

Bersambung..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s