Merdeka : Senyum Tanpa Rasa Lapar

Bangun pagi adalah cobaan tersendiri untuk saya yang biasanya tidur menjelang pagi dan terbiasa memulai aktivitas di siang atau sore hari apalagi di hari senin di tanggal merah. Tapi, pagi itu hari senin tanggal 17 agustus 2015 atas nama nasionalisme (ceileh) dan janji saya untuk ikut partisipasi bersama teman-teman, maka jam 8 pagi itu saya telah berada di Gedung Miring Telkomsel. yaaah meskipun jam 8 pagi terbilang tidak begitu pagi untuk beberapa orang. Hari ini rencananya, saya akan mengikuti rangkaian kegiatan Proklanasi dari salah satu komunitas keren di Makassar, Berbagi Nasi (Bernas) Makassar.
Konsep kegiatan terbilang sederhana, kebetulan saya ikut di pertemuan sebelum hari H. seperti kebanyakan aktivitas di hari proklamasi, teman-teman Bernas akan melakukan upacara bendera di pagi hari lalu dilanjut dengan beberapa games selayaknya acara tujuhbelasan. Lalu, apa yang berbeda? Tidak seperti perayaan upacara yang biasanya dilakukan di lapangan terbuka, atau di kantor pun di sekolah. Teman-teman Bernas memilih Perkampungan Pemulung di jl. Mira Seruni. Perkampungan tersebut ditinggali oleh keluarga dengan anak-anak yang sebagian besar tidak bersekolah. dari pantauan mata saya tanpa sempat mengobrol dengan warga, keluarga di perkampungan ini menggantungkan hidup dengan memulung barang-barang bekas. Hal ini terlihat dari banyaknya tumpukan barang bekas di setiap sudut rumah di perkampungan ini.
Kembali ke kegiatan Proklanasi. Pukul 9 kurang lebih, teman-teman volunteer berkumpul di lokasi. Anak-anak yang sedianya akan mengikuti games juga telah berkumpul. Mereka memasang wajah antusias, menyapa kembali volunteer yang berusaha berinteraksi dengan mereka. Upacara bendera secara sederhana dilaksanakan dengan khidmat. Setelah upacara berlangsung, teman-teman volunteer belakukan briefing menerima penjelasan singkat dari kak Ayyub, koordinator acara kali ini. Sambil melakukan briefing, persiapan lomba mulai terlihat. Beberapa kakak juga mulai mengambil alih adik-adik yang wajahnya mulai tidak sabar untuk makan kerupuk, eh mengikuti lomba maksudnya.

1440118932740
Lomba yang dikonsepkan kali ini tidak jauh berbeda dengan lomba peringatan Hari Kemerdekaan seperti biasanya. Adik-adik yang berjumlah 20 orang dibagi kedalam 4 kelompok. Ada 5 jenis games yang mereka akan lombakan. Diantaranya, lomba memasukkan pensil kedalam botol, lomba makan kerupuk, lomba lari kelereng, lomba pipa bocor dan terakhir lomba membuat yel-yel. Untuk mendampingi adik-adik yang kadang susah dikendalikan maka dipilih kakak pendamping yang akan mendampingi adik-adik dalam bermain. Masing-masing kelompok memilih kakak dampingnya sendiri, mereka memilih kakak volunteer yang cantik-cantik 😐
Sebelum memulai games, seorang kakak menjelaskan mekanisme games, peraturan, sekaligus memilih perwakilan setiap lomba. Perwakilan yang dipilih di games pertama berbaris rapi di tempat yang disiapkan. Hari itu saya menjadi penanggungjawab games. Setiap lomba sebenarnya sudah memiliki perwakilan dari setiap kelompok, namun setiap saya bertanya siapa yang mewakili games berikutnya. Semua adik kompak mengangkat tangan mengajukan diri lupa kalau tadi telah ada yang ditunjuk, matahari sedang panas-panasnya namun saya harus tetap berkepala dingin.

1439819761451
Beberapa games harus diluang beberapa kali karena penonton yang kadang gemas ingin ikut membantu. Harus saya akui, anak-anak di kampung pemulung ini sangat bersemangat. Bisa dilihat dari games pipa bocor yang dalam memainkannya adik-adik harus basah-basahan namun mereka tetap tertawa lebar baik itu menang atau tidak.

1440118887428
Rangkaian terakhir dari Proklanasi hari ini adalah pembagian hadiah kepada masing-masing kelompok. Setiap kelompok mendapat hadiah, setiap adik juga mendapatkan bagian hadiahnya. Acara puncak, teman-teman Bernas membagikan puluhan nasi bungkus kepada adik-adik dan warga sekitar kampung pemulung. Melihat teman-teman membagikan nasi jadi kebahagiaan tersendiri untuk saya. Memikirkan mereka bisa saja masih tertidur di hari libur ini, rela berpanas-panasan di tempat yang penuh debu ini, ah mereka teman-teman yang sangat baik hati bukan? Cara menyambut kemerdekaan Indonesia yang ke-70 ini tentu dilalui dengan cara yang berbeda oleh setiap orang. Termasuk teman-teman Bernas yang memilih melewati perayaan kemerdekaan dengan berbagi nasi dan berbagi keceriaan di kampung pemulung. Ya, karena merdeka adalah senyum tanpa rasa lapar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s