Ian yang mana?

Writing is easy. All you have to do is cross out the wrong words (Mark Twain)
Kalimat tersebut menjadi ucapan selamat datang ketika mengunjungi blog mzuh.wordpress.com. pemilik blog dengan nama lengkap Muhammad Zia Ul haq yang lebih akrab disapa Ian tersebut mulai membuat blog pada tahun 2011. Bagi saya, membaca postingan-postingan Ian selalu mengingatkan saya dengan gaya penulisan header sebuah berita di Koran. Gaya berceritanya to the point, analitikal, dan dilengkapi data. Meskipun gaya berceritanya sedikit “serius” namun saya mengakui gaya lugas yang tidak sengaja terbentuk dan membuat gaya bercerita Ian lebih enak dibaca.
Saya tidak ingat pertama kali mengenal Ian. Saya hanya ingat bahwa Ian merupakan salah satu anggota dari Forum Kampung Bahasa Sulawesi. Salah satu komunitas yang setiap bulan mengajar Bahasa Inggris di Komunitas Pecinta Anak Jalanan (KPAJ). Belakangan juga saya tahu Ian bergabung dengan Komunitas 1000 Guru Makassar. Lalu saya bisa menyimpulkan bahwa Ian merupakan seseorang yang peka terhadap lingkungan sekitar.
Ada istilah bahwa membaca dan menulis diibaratkan uang logam dengan dua sisi yang tidak bisa terpisahkan. Sebagai seorang akademisi tentu saja Ian harus akrab dengan bacaan apapun. Pemilik blog yang memfavoritkan buku dari Paulo Friere dengan judul “Pendidikan Kaum Tertindas” ini bagi saya memiliki kekhasan sendiri dalam bercerita. Jika kita mengenal penulisnya, maka membaca postingan-postingan dalam blog ini akan membuat kita merasa seperti mendengar penulis bercerita, kurang lebih seperti mendengar seorang mahasiswa berdemonstrasi.
Sebagai pembaca yang awam, saya menemukan banyak informasi umum yang penting dari setiap postingan. Penulis tidak serta merta menjelaskan informasi secara langsung. Kadang informasi tersebut mengalir begitu saja, kadang hadir melalui catatan yang tidak disengaja oleh penulis dan kadang juga tersirat dari penjelasan penulis.
Sebagai pembaca yang lebih bergaul dengan tulisan fiksi, saya merasa bahwa meskipun gaya bercerita penulis sedikit mengalir. Saya tetap merasa bahwa penulis tetap membutuhkan “pemanis “ dalam tulisannya. Konsep serius yang tidak sengaja dibangun oleh penulis bisa jadi membuat pembaca merasa bosan. Maka, setidaknya dibutuhkan sedikit intermeso di setiap paragraf agar pembaca punya waktu untuk sekedar senyum dikulum saat membaca tulisan penulis atau plesetan kecil di beberapa bagian yang dipilih.
Setelah membaca beberapa postingan dalam blog tersebut, saya menyadari bahwa selama ini saya hanya menulis dengan apa yang ada di kepala saya dan sangat sedikit berinteraksi dengan orang lain ketika ingin menulis sesuatu. Cara Ian dalam menambahkan kutipan langsung dalam tulisan saya akui menjadi daya tarik tersendiri yang membuat pembaca akan merasa berinteraksi langsung dengan narasumber. Jika diperhatikan, di setiap postingan juga sering ditambahkan quote yang mendukung isi tulisan, bukan main.
Sebelum menuliskan review ini saya sempat mengobrol dengan Ian, dan dari obrolan kami saya akhirnya tahu bahwa penulis sedang menyusun Tesis. Namun, Ian mengaku setelah mengikuti kelas KEPO ia lebih sering menulis untuk blog. Sangat menginspirasi. Terakhir, biarkan saya mengakui postingan Ian yang paling saya favoritkan. Di antara semua postingan dalam blog, saya paling suka dengan postingan Gara-Gara PKM 2015, Saya Diduakan!. Terlepas dari tata bahasa dan lain-lain, cara Ian bercerita dalam postingan tersebut sangat mengalir. Seorang teman pernah bertanya kepada saya seperti ini.
“tau kontaknya kak Ian?”
Saya jawab
“kak Ian yang mana?”
“itue, yang pernah diduakan gara2 pkm….” Jawabnya dengan senyum lebar disusul tawa kami berdua.

Nb : tulisan ini dibuat dalam rangka #BatuSekam (Baku Tulis Senin-Kamis) atau saling review sesama peserta kelas menulis KEPO. Identitas penanya akan saya rahasiakan demi keberlangsungan pertemanan kami. hahaha

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s