Yuk, Jadi Sahabat Pena.

Kita hidup di zaman dimana informasi dan komunikasi bisa diefisienkan sedemikian rupa. Bahkan, anda yang punya gadget canggih seringkali kebingungan menghubungi teman lewat jalur media social apa. Termasuk saya sih. Kalau orang kekinian bilang, sekarang kalau orang jalan dan merunduk itu berarti ada dua hal : nyari batu atau ngeliatin hape. Bukan hanya di jalan. Pemandangan orang merunduk ini seringkali juga ditemui di café-café, kampus, sekolah, halte pokoknya setiap orang sibuk dengan gadgetnya. Lain halnya dengan saya, seorang Tari Artika yang lagi sibuk sama skripsi *eh salah, bukan. Saya lagi sibuk berkomunikasi dengan cara yang gak mainstream, dengan orang-orang yang jauh dari saya dan dengan perasaan yang lebih menyenangkan ketimbang ngescroll timeline sepanjang hari. Iya, saya lagi sibuk bersurat-suratan.
Ide tentang surat-suratan sebenarnya sudah lama saya pikirkan dan inginkan. Trus pas masuk jurusan sastra Indonesia saya pernah baca satu cerpen dari seorang sastrawan namanya Agus Noor judulnya Kartu Pos dari Surga. Suddenly, setelah baca cerpen itu saya merasa saya harus punya sahabat pena. Sebenarnya ini gak ada hubungannya dengan isi cerita cerpen itu, hanya saja tiba-tiba saya merasa seperti itu. Daaaan.. mulailah saya googling dengan keyword sahabat pena. Ini saya lakukan setahun yang lalu dan saya sempat punya sahabat pena di Yogyakarta namanya Mas Danang. Kami saling mengirim surat via email. Kami jadi sahabat pena selama 3 bulan sampai Mas Danang ini gak ada kabarnya dan surat-surat saya tidak menuai balasan. Padahal kami baik-baik saja. Maksudnya saya tidak merasa melakukan keslahan atau sejenisnya. Mungkin Mas Danang kehilangan kontak dengan saya. Dan gak ada yang lebih menyedihkan dari kehilangan seseorang secara tiba-tiba tanpa kita pernah saling mengucapkan selamat tinggal. *mulaialay*

Saya pribadi berfikir bahwa sahabat pena itu sangat menyenangkan. Selain misalnya kita terpisah jarak dan itu menyenangkan, kadang-kadang kita butuh untuk bicara dengan seseoang yang tidak harus dipercaya namun kita bisa mengeluarkan banyak hal dari kepala kita. Dan yang paling menyenangkan menurut saya adalah menanti balasan surat itu. Kalau di dunia ini pekerjaan paling menyebalkan adalah menunggu, maka menurut saya pekerjaan paling menyebalkan itu bisa jadi sangat menyenangkan dengan memiliki sahabat pena yang membuat kita menunggu dengan gemas akan balasan surat-suratnya. Waktu saya dan Mas Danang masih keep in contact, saya sering mengecek email pagi dan sore kayak admin. Mas Danang tipe orang yang suka membuat penasaran. Di surat-suratnya ia menulis paling sedikit tiga halaman dan dengan ending yang menggantung sehingga saya akan terus bertanya dan menanti jawaban dengan tidak sabar.

Nah, finally .. saya cuma mau bilang. Kalau sekarang hidup kamu asik-asik aja. Punya banyak teman, aktivitas yang menyenangkan, hidup dengan bahagia. Maybe, kamu perlu menemukan sesuatu yang baru lagi. Keluar dari zona sehari-hari kamu dan temukan pengalaman baru, coba aja. Punya sahabat pena juga sangat dianjurkan untuk anda yang merasa jenuh atau mulai jenuh, kesepian, jomblo dan jobless. Pokoknya gak ada yang salah dengan mencoba sesuatu hal yang baru. Andthan khusus untuk kamu seseorang yang butuh teman cerita suka membaca dan share, dan punya banyak keanehan .. mungkin kita bisa jadi sahabat pena, send me email tariartikasari@gmail.com. Yuk jadi sahabat pena J

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s